Tips Cara Merawat Baterai Laptop Biar Awet dan Tahan Lama - Saat ini
laptop merupakan sebuah perangkat yang sudah menjamur (Baca:
Merek Laptop Terbaik 2011 dan Alasannya) . Bagi sebagian orang, tidak begitu memperhatikan kesehatan dari
baterai laptop mereka. Tetapi ada pula yang sangat memperhatikan kesehatan baterai agar kondisinya tetap
awet dan
tahan lama.
Setiap baterai sebenarnya memiliki umur yang telah ditentukan berdasarkan banyaknya siklus pengecasan dilakukan. Anda mungkin bisa memperlambat penurunan kemampuannya, tapi tidak bisa menghentikan prosesnya. Suhu baterai, cara dan frekuensi pemakaian notebook akan mempengaruhi panjang pendeknya usia baterai.. Anda bisa memperlambat proses ini dengan beberapa petunjuk pemeliharaan selain itu suhu dan cara perawatan juga menentukan usia dari battery laptop.


Ketika terhubung dengan power listrik, baterai laptop di lepas atau di pasang
Pertanyaan di atas mungkin yang sering di tanyakan oleh para pengguna laptop. Sebelum di bahas lebih lanjut, anda perlu tahu kalau kekuatan baterai laptop di pengaruhi oleh 2 faktor utama yaitu suhu dan siklus life Cycle.
Suhu rendah akan memperlambat proses discharge (kehilangan daya ketika dipakai tanpa dihubungkan ke power listrik) dan proses penuaan dari elemen didalam baterai. Sebaliknya, suhu tinggi akan memperpendek usia baterai.
Soal siklus life cycle, Baterai Lithium-Ion yang digunakan didalam notebook dirancang untuk dapat digunakan sekitar 300-800 kali siklus charge/recharge. Beberapa siklus ini sudah digunakan ketika Anda membiarkan baterai terpasang ketika notebook menggunakan daya power listrik. Melepaskan battery dan menyimpannya dalam tempat yang kering dan dingin akan melindungi beberapa siklus
Kembali ke pertanyaan di atas “Ketika terhubung dengan power listrik, sebaiknya dilepas atau terpasang?”. Kedua pilihan tersebut sebenanrnya memiliki masing masing pro dan kontranya. Berikut penjelasannya.
--------> Anda melepas beterai ketika terhubung dengan power listrik:
Pro:
· Melindungi siklus isi ulang.
· Membiarkan baterai pada suhu rendah, sehingga memperlambat proses penuaan
Kontra:
· Kehilangan fungsi backup dari baterai ketika power listrik mati
· Data bisa hilang atau bahkan rusak jika tanpa fungsi backup power dari baterai.
· Perlu UPS (uninterruptible power supply) untuk menggantikan fungsi backup
· Merusak kunci penahan baterai karena sering bongkar pasang baterai.
-----------> Anda membiarkan baterai terpasang:
Pro:
· Baterai berfungsi sebagai cadangan jika listrik tiba-tiba mati.
· Lebih mudah dan efisien untuk dibawa
· Baterai tidak perlu waktu untuk menurunkan suhu (seperti jika disimpan dilemari es)
· Laptop terbaru menggunakan sistem auto cut, dimana pengisian ke baterai laptop akan berhenti jika sudah mencapai 95% (dicheck dulu, karena tidak semua laptop menggunakan sistem ini)
Kontra:
· Kehilangan sebagian siklus isi ulang.
· Suhu baterai meningkat dan mengakibatkan lebih cepat menurun kemampuannya
Jadi intinya, jika anda tetap pasang baterai laptop ketika terhubung power listrik maka baterai laptop yang terkena resiko (penurunan daya) yang sebenarnya itu sendiri tidak dapat di cegah. Tapi jika anda lepas baterai laptop ketika terhubung power listrik, maka laptop anda yang terkena resiko (crash), jika tidak menggunakan UPS
pilih mana BATERAI LAPTOP atau LAPTOP itu sendiri.